Penggunaan Dana BOSbagi Madrasah swasta/PPS

Penggunaan Dana BOSbagi Madrasah swasta/PPS Penggunaan Dana BOSbagi Madrasah swasta/PPS
Penggunaan dana BOS di madrasah swasta harus didasarkan pada kesepakatan dankeputusan bersama antara Kepala Madrasah/Dewan Guru dan Komite Madrasah, yangharus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RAKM/RAPBM, di sampingdana yang diperoleh dari Pemda atau sumber lain yang sah. Khusus untuk PesantrenSalafiyah, penggunaan dana BOS didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersamaantara Penanggungjawab Program dengan Pengasuh Pondok Pesantren dan disetujui oleh Kasi PK Pontren (Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren) Kantor KementerianAgama Kabupaten/Kota. Dana BOS dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatansebagai berikut:
  1. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru dan pendaftaran  ulang siswa lama, yaitu biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy, konsumsi panitia, dan uang lembur  dalam rangka penerimaan siswa baru, dan lain sebagainya yang relevan).
  2. Pembelian buku teks pelajaran untuk dikoleksi di perpustakaan. Untuk pembelian buku   teks pelajaran ini dapat dilihat ketentuannya dalam bab VI.
  3. Pembelian buku referensi, pengayaan, dan panduan guru untuk dikoleksi di  perpustakaan. Buku-buku yang harus dibeli tersebut adalah buku-buku yang sudah  dinilai kelayakannya oleh pemerintah, baik oleh Kementerian Pendidikan Nasional  maupun Kementerian Agama.
  4. Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, Pemantapan persiapan ujian, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, pembinaan keagamaan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya  (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, penggandaan  materi, pengeluaran alat tulis, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam    rangka mengikuti lomba, fotocopy, membeli alat olah raga, alat kesenian, dan biaya  pendaftaran mengikuti lomba).
  5. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian madrasah, ujian nasional, dan    laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotocopy, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan raport siswa).
  6. Pembelian bahan-bahan habis pakai: buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas,  bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran/majalah  pendidikan, makanan dan minuman ringan untuk kebutuhan sehari-hari di madrasah/ PPS, serta pengadaan suku cadang alat kantor.
  7. Pembiayaan langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, internet, termasuk  untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar madrasah/PPS. Khusus di madrasah/PPS yang tidak ada jaringan listrik dan madrasah tersebut memerlukan listrik  untuk proses belajar mengajar di madrasah/PPS, maka diperkenankan untuk membeli genset.
  8. Pembiayaan perawatan madrasah/PPS, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi madrasah/PPS,  perbaikan lantai ubin/keramik, dan perawatan fasilitas madrasah/PPS lainnya.
  9. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan honorarium tugas tambahan Kepala  Madrasah non PNS, Wakil Kepala Madrasah, Wali Kelas, Petugas Laboratorium/ Perpustakaan, dan tenaga kependidikan lainnya yang berstatus PNS dan non-PNS.
  10. Pengembangan profesi guru, seperti pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS dan sejenisnya.
  11. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah   biaya transport dari dan ke madrasah/PPS. Jika dinilai lebih ekonomis, dapat juga   digunakan untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang  inventaris madrasah (misalnya sepeda, perahu penyeberangan, dll)
  12. Pembiayaan pengelolaan BOS: alat tulis kantor (ATK), penggandaan, surat menyurat, insentif bagi Kepala Madrasah swasta/Penanggung jawab PPS dan bendahara dalam  rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana  BOS di Bank/PT Pos.
  13. Pembelian komputer desktop untuk kegiatan belajar siswa, maksimal 1 set untuk MI/PPS Ula dan 2 set untuk MTs/PPS Wustha, pembelian i unit printer, kelengkapan komputer seperti flash disk, CD/DVD, serta suku cadang komputer/printer.
  14. Khusus untuk pesantren salafiyah, dana BOS dapat digunakan untuk biaya asrama/  pondokan dan membeli peralatan ibadah.
  15. Bila seluruh komponen 1 s/d 14 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan  masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik, seragam sekolan untuk siswa miskin, dan mebeler madrasah/PPS.
sumber dari draf panduan bos 2010 secara lengkap dapat anda lihat di sini atau disini

0 komentar:

Poskan Komentar

< tinggalkan pesan anda >