Bagaimana seharusnya kita “ membaca” Al Qur’an ?

Manna’ Khalil Al-Qattan dalam Kitabnya “ Mabahits fi Uluumil Qur’an “ menjelaskan definisi Al Qur’an adalah Kalamullah / Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril, dan membacanya merupakan ibadah.. Dari definisi tersebut dapat difahami , siapa yang mau membaca Al Qur’an akan mendapat pahala dari Allah,bahkan akan dilipat gandakan pahalanya sebagaimana sabda Rosulullah SAW :
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م , مَنْ قَرَأَحَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةً , وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ اَمْثَالِهَا , لاَ اَقُوْلُ : الم حَر فً وَلَكِنْ اَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ ( رواه التّرمذى )  
“ Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata Rasulullah saw. Bersabda : “ Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah ( Al Qur’an ) maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan : Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi Alim satu huruf, Lam satu huruf dan Miim satu huruf “. ( HR Tirmidzi ) .
Namun perlu adanya perenungan dan pengkajian yang mendalam mengenai hal kata “ Membaca “ disini. Apakah hanya dengan mengucapkan dengan tanpa tahu arti dan tanpa memahami isinya dapat dikatakan membaca ? .
Dalam kamus besar bahasa Indonesia ( Departemen Pendidikan Nasional , Balai Pustaka ), Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis baik dengan melisankan atau hanya dengan dalam hati. Dalam Wikipedia Ensiklopedia, Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Jadi menurut pengertian tersebut, ada beberapa unsure yang harus dipenuhi dalam membaca, antara lain : merangkai huruf atau kata baik secara lesan maupun dalam hati, menangkap informasi yang terkandung dan merespon informasi tersebut. Lalu apakah kita juga telah membaca Al Qur’an dengan menangkap dan memahami isi kandungannya ?, ataukah hanya melafalkan saja tanpa menangkap informasi yang terkandung ?
Jika kita mau jujur mayoritas kita membaca hanya sekedar melafalkan saja tanpa tahu arti dan tanpa menangkap infomasi kandungan dari ayat – ayat yang kita baca. Padahal Al Qur’an diturunkan berfungsi sebagai , Hudan , petunjuk bagi umat , sebagaimana dijelaskan dalam ayat
Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. ( QS. Al Baqarah : 2 ).
Bagaimana kita dapat menjadikan AL Qur’an sebagai petunjuk, sebagai sumber hukum, sementara kita hanya melafalkannya saja tanpa mengerti artinya dan tanpa mengkaji dan memahami kandungannya.
Ayat Al Qur’an yang pertama kali turun adalah Surat Al Alaq atyat 1 – 5
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Menurut Sirah Nabawi , Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang ” Ummi ” , tidak dapat baca tulis ” , namun mengapa Allah menurunkan ayat pertama turun dengan kata ” Iqro ” ( bacalah ) . Allah adalah Maha atas segala , membuat nabi seorang yang Ummi ini memang telah dipersiapkan oleh Allah untuk menjawab orang – orang kafir yang mengatakan bahwa Al qur’an diambil oleh nabi dari cerita orang – orang terdahulu. Bagaimana cara Nabi Muhammad mengambilnya ? , padahal beliau seorang yang tak bisa baca dan tulis.
Adapun hikmah kata ” Iqro ” menjadi kata pertama Al qur’an yang diturunkan kepada Nabi , Menurut Dr. M Quriash Shihab , lafal Iqro ( Bacalah ) terambil dari akar kata yang berarti ” menghimpun ” , dari kata menghimpun lahir aneka ragam makna, seperti menyampaikan , menelaah , mendalami , meneliti , mengetahui ciri sesuatu dan membaca , baik teks tertulis maupun tidak.
Disamping ayat –ayat Qouliyah ( Al Qur’an ) juga ada ayat Kauniyah ( alam semesta ) , keduanya harus kita baca , kita telaah dan kita teliti sebagai petunjuk hidup kita . Iqra berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri sesuatu, bacalah alam , bacalah tanda-tanda zaman, sejarah, diri sendiri, yang tertulis dan yang tidak tertulis. Membaca adalah sesuatu yang sangat mendasar karena dengan membacalah orang dapat mengetahui segala macam ilmu pengetahuan. Dan dengan membaca pula orang dapat merubah budaya dan peradaban.
Al Qur’an diturunkan dengan berbahasa Arab. Kendala perbedaan bahasa inilah yang membuat kebanyakan kita tak mampu untuk membaca Al Qur’an sambil menangkap informasi hukum yang terkandung secara langsung. Kita hanya berhenti dengan memperindah bacaan, tidak melanjutkan tahab berikutnya , memahami dan mendalami isi kandungannya. Allah yang memiliki kita, Allah tahu kadar kemampuan kita, kalau Allah memerintah kita untuk membaca , mamahami dan mengamalkan Al Qur’an pasti Allah memberi kemampuan pada kita untuk tugas tersebut . Apalagi Allah akan memudahkan kepada umat Islam yang mau bersungguh-sungguh mempelajari Al Qur’an.
" Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Pertanyaan Allah dalam ayat tersebut : ”Adakah orang yang mau mengambil pelajaran ?” bukan ”Adakah orang yang mampu mengambil pelajaran ?. Hal itu dikarenakan kita semua mampu untuk mengambil pelajaran, namun apakah kita mau melakukannya ?

Sujud Membuat Otak Lebih Cerdas

Microsoft Word - Mengelola_TBO.doc
Seorang doktor neurologi USA masuk Islam, karena kagum dengan penemuannya: “Shalat dapat membuat otak jadi sehat”
Hasil penelitian:
Ditemukan beberapa urat saraf otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal, tiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup agar otak dapat berfungsi lebih normal.Darah tidak akan memasuki urat saraf tersebut melainkan ketika seseorang melakukan shalat, saat sujud.
Jadi, barang siapa yang tidak menunaikan shalat maka otak tidak dapat menerima darah yang cukup untuk berfungsi lebih normal. Oleh karena itu terciptanya manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam, karena sifat fitrah kejadiannya memang lah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini. Subhanallah…

* * * * *
Solusi menuju shalat sempurna (shalat Nabi, shalat jamaah & shalat khusyu)