PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN ( STANDAR PROSES PENDIDIKAN lanjutan 3 )


A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1. Jumlah maksimal peserta didik di kelas:
  • SD/MI : 28
  •  SMP/MTs : 32
  • SMA/MA : 32
  • SMK/MAK : 32
  • SDLB/SMPLB/SMALB: 10
2. Beban mengajar maksimal per pendidik tetap per minggu:
  • SD/MI : 27 jam pembelajaran @ 35 menit
  • SMP/MTs/SMPLB: 18 jam @40 menit
  •  SMA/MA/SMK/MAK: 18 jam @ 45 menit
3. Buku teks pelajaran dan sumber belajar
4. Rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik pada setiap satuan pendidikan  ditetapkan sbb:
  • SD/MI : 18:1
  • SMP/MTs : 15:1
  • SMA/MA : 15:1
  • SMK/MAK : 12:1
  • SLB :  5:1
5. Pengelolaan kelas
Pendidik mengatur tempat duduk sesuai karakteristik mata pelajaran dan peserta
didik, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan
  • Volume dan intonansi suara pendidik dalam proses pembelajaran harus dapat ditangkap oleh seluruh peserta didik.
  • Tutur kata pendidik santun, dapat dimengerti peserta didik
  • Menyesuaikan materi pelajarn dengan kecepatan dan kemampuan peserta didik.
  • Menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan
  • Pendidik memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran
  • Pendidik menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang, agama,
  • suku, jenis kelamin, ras, status sosial ekonomi
  • Pendidik menghargai pendapat peserta didik
  • Pendidik memakai pakaian sopan, bersih, rapi
  • Menyampaikan silabus mata pelajaran pada tiap awal semester.
  • Memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan





PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP ( STANDAR PROSES PENDIDIKAN lanjutan 2 )


PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP

1.   Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
2.   Mendorong partisipasi aktif peserta didik; berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, interaktif : mengembangkan kompetensi dari apa yang dipelajari
3.   Mengembangkan budaya membaca dan kemampuan menulis
4.   Memberikan umpan balik, penguatan, pengayaan, dan remedi : untuk mengatasi hambatan belajar peserta didik dan untuk memacu partisipasi peserta didik dalam kegaitan belajarnya
5.   Keterkaitan dan keterpaduan : RPP disusun ndengan memperhatikan keterkaitan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
6.   Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif.

STANDAR PROSES PENDIDIKAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH
Dasar :
-          PP No 19 tahun 2005 :  Standar Nasional Pendidikan Bab III pasal 19 s/d 24
-          Permen Nomor 41 Tahun 2007 : Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
-          Permen Nomor 1 Tahun 2008 : Standar Proses Pendidikan Khusus
-          Permen Nomor 3 Tahun 2008 : Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Dijabarkan dari silabus, merupakan skenario proses pembelajaran untuk mengarahkan peserta didik dalam upaya mencapai KD.

Komponen RPP :
1. Identitas mata pelajaran , satuan pendidikan, kelas, semester, rogram/program keahlian, mata pelajaran/tema, jumlah pertemuan/pertemuan ke ...
2. Tujuan pembelajaran sesuai KD
3. Indikator pencapaian kompetensi :
a. Dirumuskan dengan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur
b. Mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
4. Alokasi waktu yang diperlukan untuk pencapaian KD sesuai dengan beban belajar.
5. Rincian materi pembelajaran :
a. Berisi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur relevan, dipilah, diklasifikasi, dan atau dikelompokkan sebagai bahan/isi dalam kegiatan pembelajaran
  b. Ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indicator  pencapaian kompetensi
6. Kemampuan awal dan karakteristik peserta didik.
a. Identifikasi kemampuan peserta didik : pengetahuan yang telah dikuasai, sikap dan keterampilan yang telah dimiliki berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.
b. Identifikasi karakteristik peserta didik; usia, jenis kelamin, sosial ekonomi, tingkat intelektual dan emosional, latar belakang budaya dan tata nilai, gaya belajar, kelebihan atau keunggulan, kebutuhan khusus, riwayat kesehatan.
7. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan : kegiatan awal, membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik agar siap terlibat aktif dalam proses pembelajaran
b. Inti : proses pembelajaran untuk mencapai KD. Dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi
c. Penutup : mengakhiri aktivitas pembelajaran ; rangkuman/kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, perlakuan tindak lanjut.
8. Media, alat, dan sarana prasarana pembelajaran : digunakan dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, meliputi elektronik dan nonelektronik sesuai dengan SK dan KD, serta Standar Sarana Prasarana.
9. Prosedur dan instrumen penilaian sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi
10. Buku teks pelajaran, referensi, dan sumber belajar lain yang relevan dengan SK dan KD.

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH


RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH

Prinsip Pengembangan Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Adapun Prinsip Pengembangan Silabus :
1 Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2 Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
3 Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4 Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5 Memadai
Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6 Aktual dan Kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7 Fleksibel
Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8 Menyeluruh
Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan


Menurut PP no 19 tahun 2005,   Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Adapun Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut.
1.      Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2.      Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3.      Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

INPASSING

Inpassing merupakan penetapan jabatan fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil. Inpassing bukan sebatas untuk memberikan tunjangan profesi bagi mereka, namun lebih jauh adalah untuk menetapkan kesetaraan jabatan, pangkat/golongan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku sekailgus demi tertib administrasi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil.
Persyaratan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang dapat ditetapkan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya adalah:
1.      Guru tetap yang mengajar pada satuan pendidikan, TK/TKLB/RA/BA atau yang sederajat; SD/SDLB/MI atau yang sederajat; SMP/SMPLB/MTs atau yang sederajat; dan SMA/SMK/SMALB/MA/MAK atau yang sederajat, yang telah memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Dinas Pendidikan Provinsi setempat. Guru dimaksud adalah guru yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah dan yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan;
2.      Kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV;
3.      Masa kerja sebagai guru sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut pada satmingkal yang sama;
4.      Usia setinggi-tingginya 59 tahun pada saat diusulkan;
5.      Telah memiliki NUPTK yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional; dan
6.      Melampirkan syarat-syarat administratif:
a.       Salinan/fotokopi sah surat keputusan tentang pengangkatan atau penugasan sebagai guru tetap yang ditandatangani oleh yayasan/penyelenggara satuan pendidikan yang mempunyai izin operasional tempat satuan administrasi pangkal (satmingkal) guru yang bersangkutan.
b.      Salinan atau fotokopi ijazah terakhir yang disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku (Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang menerbitkan ijasah dimaksud).
c.       Surat keterangan asli dari kepala sekolah/madrasah bahwa yang bersangkutan melakukan kegiatan proses pembelajaran/pembimbingan pada satmingkal guru yang bersangkutan.

Untuk keterangan lebih lanjut, termasuk memperoleh prosedur pengusulan Inpassing silakan klik di sini.