KISI-KISI SOAL


Kisi-kisi Soal adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis tes atau merakit tes

Pengembangan Kisi-Kisi
*      Fungsi Kisi-kisi Soal
        Pedoman. penulisan soal
        Pedoman. perakitan soal
*      Syarat Kisi-kisi Soal
        Mewakili isi kurikulum
        Singkat dan jelas
        Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal.
*      Komponen Kisi-kisi Soal :
         Identitas
         SK-KD
         Materi Pembel.
         Indikator Soal
         Bentuk Tes
         Nomor Soal


 FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL 

Jenis Sekolah            : ...............                                  Alokasi Waktu      : ..............
Mata Pelajaran          : ..............                                   Jumlah soal           : ..............
Kurikulum                : ...............                                    Penulis                 1. ............
                                                                                                                  2. ............


No
Kompetensi Dasar/ SKL

Bahan Kelas/ smt.

Materi

Indikator Soal

Bentuk Tes (Tertulis/
Praktik
No. Soal















































MACAM MACAM TES

FUNGSI PENILAIAN

1.      Quality Control ( kualifikasi/standar kompetensi minimal)
2.      Motivation ( kondisi memaksa, penekanan)
3.      Public Accountability ( info ke publik, orang tua, stakeholder)
4.      Selection ( seleksi, penempatan, perkembangan , kompetensi)
5.      Diagnostic  (kelemahan, perbaikan, umpan balik)
6.      Legitmation ( pengakuan, sertifikasi, lisensi)

Macam - Macam Tes
    1. Macam-macam tes berdasar tujuan dan fungsinya

    Sesuai dengan fungsinya  ada bermacam  tes.
    a. Tes diagnostic
    b. Tes formatif
    c. Tes  Sumatif
                d. Tes Akhir tahun pembelajaran

             Test  Diagnostik.
    Untuk mengetahui kesulitan belajar  siswa yang secara terus menerus  ada  padanya.Evaluasi ini  lebih mendetail dari pada tes formatif.
             Test   Formatif.
    Test  untuk mengetahui kemajuan  belajar  siswa  selama  pengajaran berlangsung.
             Test  Sumatif.
    Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
             Test  Akhir  tahun  Pembelajaran.
    Untuk  mengetahui  pencapaian kompetensi yang  telah  ditentukan  / yang  minimal  harus  di kuasai  siswa 

    2. Macam-macam tes menurut  waktu diberikannya test terbagi atas:
    •  Pra test (pre test), yaitu test yang diberikan sebelum proses pembelajaran. Test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh peserta didik. Jenis-jenis pra test antara lain:
    1.  Test persyaratan (Test of entering behavior), yaitu tes yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan dasar yang menjadi syarat guna memasuki suatu kegiatan tertentu. 
    2. Input test (test of input competence), yaitu test yang digunakan menentukan kegiatan belajar yang relevan, berhubungan dengan kemampuan dasar yang telah dimiliki oleh peserta didik.
    • Test akhir (Post test), yaitu test yang diberikan setelah dilaksanakan proses pembelajaran. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kemajuan intelektual (tingkat penguasaan materi) peserta didik. Biasanya test ini berisi pertanyaan yang sama dengan pra test.

    3. Macam-macam tes berdasar pelaksanaannya dalam praktek test terbagi atas:
    • Tes tulisan (written tes), yaitu test yang mengajukan butir-butir pertanyaan dengan mengharapkan jawaban tertulis. Biasanya test ini digunakan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.
    • Test lisan (oral test), yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan menghendaki jawaban secara lisan. Test ini juga dilakukan untuk aspek kognitif peserta didik.
    • Test perbuatan (performance test), yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan menghendaki jawaban dalam bentuk perbuatan. Test ini digunakan untuk menilai aspek psikomotor/ keterampilan peserta didik.

    Prinsip Pembelajaran Berbasis Kompetensi

    Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.

    Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut:
    a.     Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya.
    b.     Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan.
    c.     Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu, guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.
    d.     Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya.
    e.     Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan.
    f.       Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik.
    g.     Peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan narasumber

    Tugas dan Fungsi Komite Sekolah

    Dewan/Komite Sekolah mempunyai Tugas dan Fungsi
    1. Menyelenggarakan rapat-rapat dewan sesuai program yang ditetapkan.
    2. Bersama-sama sekolah merumuskan dan menetapkan Visi dan Misi
    3. Besama-sama sekolah menyusun standar pelayanan pembelajaran di sekolah.
    4. Bersama-sama sekolah menyusun rencana strategis pengembangan sekolah.
    5. Bersama-sama sekolah menyusun dan menetapkan rencana program sekolah tahunan termasuk RAPBS.
    6. Membahas dan turut menetapkan pemberian tambahan kesejahteraan berupa uang honorarium yang diperoleh dari masyarakat kepada kepala sekolah, tenaga guru dan tenaga administrasi sekolah.
    7. Bersama-sama sekolah mengembangkan potensi kearah prestasi unggulan baik yang bersifat akademis (nilai test harian, cawu/ tahunan), maupun bersifat non akadeimis (keagamaan, olab raga, seni atau keterampilan yang ada di tempat sekolah, pertanian, kerajinan tangan dan teknologi sederhana).
    8. Menghimpun dan menggali sumber dana dari masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekolah.
    9. Mengelola kontribusi masyarakat yang berupa non material (tenaga, pikiran) diberikan kepada sekolah.
    10. Mengelola kontribusi masyarakat uang yang diberikan kepada sekolah.
    11. Mengevaluasi program sekolah secara proporsional sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah meliputi pengawasan penggunaan sarana dan prasarana sekolah pengawasan keuangan secara berkala dan berkesinambungan.
    12. Mengindentifikasi berbagai permasalahan dan memecahkannya besama-sama dengan pihak sekolah.
    13. Memberikan respon terhadap kurikulum yang dikembangkan secara Standar Nasional maupun Lokal.
    14. Membenikan motivasi, penghargaan (baik berupa materi maupun non materi) kepada tenaga kependidikan atau kepada seseorang yang berjasa kepada sekolah secara proporsional sesuai dengan kaidab profesional guru atau tenaga administrasi sekolah.
    15. Memberikan otonomi profesional kepada guru mata pelajaran dalam melaksanakan tugas kependidikannya scsuai kaidah dan kompetensi guru.
    16. Membangun jariingan kerja sama dengan pihak luar sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan proses dan hasil pendidikan.
    17. Memantau kualitas proses pelayanan dan hasil pendidikan di sekolah.
    18. Mengkaji laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program yang dikonsultasikan oleh Kepala Sekolah.
    19. Menyampaikan usul atau rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

    Standar nasional pendidikan

    Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi:
    a. Standar isi
    Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu

    b. Standar proses
    Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.

    c. Standar kompetensi lulusan
    Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

    d. Standar pendidik dan tenaga kependidikan
    Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.

    e. Standar sarana dan prasarana
    Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

    f. Standar pengelolaan
    Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

    g. Standar pembiayaan
    Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.

    h. Standar penilaian pendidikan.
    Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

    Sumber :
    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia , Nomor 19 Tahun 2005
    Tentang Standar Nasional Pendidikan

    BACAAN-BACAAN SHALAT ( 2 )

    Lanjutan dari posting sebelumnya BACAAN-BACAAN SHALAT  ( 1 )

    e. Rukuk
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَ بِحَمْدِهِ × 3
    Subhaana robbiyal ‘adhiimi wa bihamdih 3x
    f. I’tidal
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    رَبَّنَا لَكَ الْحْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ 
    Sami’allohu liman hamidah
    Robbanaa lakal hamdu mil-us samaawaati wa mil-ul ardhi wa mil-u maa syi’ta min syai’in ba’du.

    g. Sujud
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى  وَ بِحَمْدِهِ   × 3 
        Subhaana robbiyal a’laa wa bihamdih.3x

    h. Duduk Antara Dua Sujud
    رَبِّ اغْفِرْلِى وَ ارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْفَعْنِى وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
         Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’fu’annii

    i.        Tasyahud awal
    التَّحِيَاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ . السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ . اللَّهُمَ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .
    Attahiyyaatul mubarookatus sholawaatut thoyyibatu lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan Nabiyyu warohmatullaahi wa barokaatuh. Assalamu ‘alainaa wa’alaa ‘ibaadillahis shoolihiin. Asyhadu allaa illaaha illaalloh wa asyhadu annaa Muhammadar rosuululloh. Allohuma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad.
    j. Tasyahud Akhir
    التَّحِيَاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ . السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ . اللَّهُمَّ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ  وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ . وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا بَرَكْتَ  عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ  وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ . فِى الْعَا لَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ .
    l. Salam
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
    Assalamu ‘alaikum warohmatulloohi wa barokaatuh.
     m. Doa Qunut
     اَللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ , وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ , وَتَوَلَّنِى فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ , وَبَارِكْ لِى فِيْمَا اَعْطَيْتَ , وَقِنِى بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ , فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ , وَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ , وَلاَ يَعِزُ مَنْ عَدَيْتَ , تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ , فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ , اَسْتَغْفِِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ , وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِ نِ النَّبِىِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

    1. Alloohummahdinii fiiman hadait
    2. Wa’aafinii fiiman ‘aafait
    3. Watawallanii fiiman tawalait
    4. Wabaariklii fiiman a’ thoit
    5. waqinii syarra maa qodhoit
    6. fainnaka taqdlii walaa yuqdloo ‘alaik
    7. wainnahuu laa yadzillu man waalait
    8. walaa ya’izzu man ‘aadait
    9. Tabaarokta robbanaa wata’aalait
    10. falakal hamdu ‘alaa maa qodloit
    11. Astaghfiruka wa atuubu ilaik
    12. washollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin nabiyyii ummiyyi wa  ‘alaa aalihii washohbihii wasallam.

    BACAAN-BACAAN SHALAT ( 1 )

    a. Niat-niat Shalat Fardhu
    1. Shalat Subuh
    اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
    Ushollii fardlosh shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

    2. Shalat Duhur
    اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
    Ushollii fardlodh dhuhri arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

    3. Shalat Asyar
    اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
    Ushollii fardlol ‘ashri arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

    4. Shalat Maghrib
    اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
    Ushollii fardlol maghribi tsalaatsa roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

    5. Shalat Isya’
    اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
    Ushollii fardlol ‘isya’i arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

    b. Do’a Iftitah

     اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً , اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاواتِ وَاْلاَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّ مَا َنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَ مَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ال عَالَمِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .
    Allohu akbar kabirou wal hamdulillahi katsiiro,  wa subhanallohi bukrotau wa ashiila, Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardlo haniifam muslimau wa maa anaa minal musyrikiin. Innas  sholaati wa nusuku wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
    c. Surat Al Fatihah
     بسم الله الرحمن الرحيم ÷ الحمد لله رب العالمين ÷ الرحمن الرحيم ÷ مالك يوم الدين اياك نعبد و اياك نستعين ÷ اهدنا الصراط  المستقيم ÷ صراط الذين انعمت عليهم
    غير المغضوب عليهم و لا
    الضالين ÷  امين
    d. Surat AL Ikhlas ( misal yg dibaca surat al ikhlas )
    قل هو الله احد ÷
    الله الصمد÷لم يلد ولم يولد.
    ولم يكن له كفوااحد


    SHALAT

    Shalat adalah Ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihrom dan diakhiri dengan salam dengan sarat rukun tertentu.

    1.             Syarat Wajib Shalat
    Islam , Berakal sehat, Baligh , Suci dari haid dan nifas , telah sampai dakwah.

    2.             Syarat Sah Shalat
    1.      Suci dari hadats kecil dan besar
    2.      Suci badan pakaian dan tempat
    3.      Menutup aurat
    4.      Mengetahui waktu shalat / telah  masuk waktu shalat.
    5.      Menghadap kiblat

    3.             Rukun Shalat
    1.      Niat
    2.      Takbiratul Ihram
    3.      berdiri bagi yang kuasa
    4.      membaca surat Al Fatihah
    5.      Rukuk dengan thuma’ninah
    6.      I’tidal dengan thuma’ninah
    7.      Sujud dengan thuma’ninah
    8.      Duduk diantara sujud dengan  thuma’ninah
    9.      Duduk tasyahud akhir
    10.  Membaca tasyahud akhir
    11.  Membaca shalawat Nabi pada  tasyahud akhir
    12.  Membaca salam yang pertama
    13.  Tertib ( urut-urut )

    4.             Yang Membatalkan Shalat
    1.      Meninggalkan salah satu  rukun
    2.      Meninggalkan salah satu  sarat
    3.      berbicara dengan sengaja
    4.      Banyak bergerak/ bergerak tiga kali  berturut-turut
    5.      makan dan minum

    5.             Sunah-sunah dalam Shalat
    Sunah shalat dibagi 2 yaitu sunah ab’ad dan sunah hai’at
    A. Sunah Hai’at adalah amalan yang lebih utama untuk dikerjakan untuk kesempurnaan shalat dan jika lupa tidak dikerjakan , tidak perlu diganti dengan sujud sahwi. Diantara sunah hai’at :
    1.      Mengangkat kedua tangan waktu  takbiratul ihram
    2.      Meletakkan telapak tangan kanan diatas pergelangan tangan kiri ketika
        bersedekap
    3.      Membaca do’a iftitah
    4.      Membaca ta’awud
    5.      Membaca amin setelah membaca fatihah
    6.      Membaca surat / ayat Al qur’an setelah AL Fatihah
    7.      Mengeraskan bacaan fatihah dan  surat Al qur’an pada rokaat pertama    dan kedua pada shalat Maghrib , Isya’ dan Subuh, kecuali makmum
    8.      Membaca takbir ( Allohu akbar ) setiap pindah  rukun
    9.      Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud
    10.  Membaca sami’ Allahuliman  hamidah waktu I’tidal
    11.  Duduk iftirasy (waktu tahiyyat awal)
    12.  Duduk Tawaruk (waktu Tahiyyat akhir)
    13.  Membaca salam yang kedua
    14.  Memalingkan muka kekanan dan kekiri saat mengucapkan salam

    B. Sunah Ab’ad adalah sunah – sunah dalam shalat yang jika lupa tidak dikerjakan harus diganti dengan sujud sahwi ( sujud karena lupa )
     Diantara sunah Ab’ad adalah :
    1.      Membaca tasyahud awal
    2.      Membaca sholawat pada tasyahud  awal
    3.      Membaca salam atas keluarga Nabi  pada tasyahud akhir
    4.      Membaca do’a Qunut pada sholat Subuh

    IQOMAH

    Bacaan Iqomah :

    اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ  . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ . اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ  . حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ  . حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ.قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةِ . اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

    Allaahu akbar Allaahu akbar  .
    Asyhadu alla illaaha illalloh.
    Asyhadu anna Muhammadar rosuuluullooh
    Hayya ‘alash sholaah
    Hayya ‘alal falaah
    Qod qoomatis shoolah 2 x
    Alloohu akbar Alloohu akbar
    Laa illaaha illallooh.

    Doa Sesudah Adzan


    اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ. آتِ سَيِّدَ نَا مُحَمَّدَ نِالْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ , وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَّحْمُوْدَا نِ الَّذِى وَعَدْتَهُ اِنَّكَلاَتُحْلِفُ الْمِيْعَادَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .
    Alloohumma Rabba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo’imah aati sayyidinaa Muhammadanil wasiilaata wal fadliilah, wad darojatar rofii’ah, wab-atshu maqoomam mahmuudanilladzii wa’adtah. Innaka laa tukhliful mii’aad. Washpllalloohu ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallam.

    Lafadz Adzan

     Lafadz Adzan


    اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ ×2
    اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ ×2
    وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2 
    حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
    حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2.
    اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ .
    لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ .

    WHUDLU


    A.    Fardlu wudlu ada 6
    1.      Niat
    2.      Membasuh muka
    3.      Membasuh tangan sampai siku
    4.      Mengusap sebagian rambut kapala
    5.      Membasuh kaki sampai mata kaki
    6.      Tertib ( urut-urut)

    1. Syarat – Syarat Wudlu
    1.      Islam
    2.      Tidak berhadas besar
    3.      Dengan air suci dan mensucikan ( mutlak )
    4.      Tamyiz yakni dapat membedakan  baik buruknya suatu pekerjaan
    5.      Mengetahui mana yang wajib dan mana yang sunah
    6.      Tidak ada sesuatu yang  menghalangi air sampai ke anggota wudlu,seperti cat,getah dll

    1. Sunah-sunah Wudlu
    1.      membaca basmalah
    2.      membasuh kedua telapak tangan
    3.      berkumur-kumur
    4.      membasuh lobang hidung / menghisap air lewat hidung
    5.      mengusap seluruh kepala
    6.      mendahulukan anggota yang kanan
    7.      membasuh telinga
    8.      Mengulang  tiga kali setiap basuhan
    9.      Membasuh sela-sela jari tangan dan kaki
    10.  Membaca do’a sesudah wudlu

    1. Hal- hal yang membbatalkan Wudlu
    1.      Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya
    2.      Tersentuh kemaluan ( kubul dan dubur ) dengan telapak tangan
    3.      Mengeluarkan sesuatu dari kubul dan dubur seperti air kencing , buang angin dll
    4.      Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyeyak.

    1. Niat Wudlu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِّلَّهِ تَعَالَى
                
              Nawaitul Wudlu’a lirof’il hadatsil ashghori fardlo lillahi ta’aalaa.

    1. Do’a Susudah Wudhlu

    اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

    “ Asyhadu alla illaha illalloh wahdahu laasyariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu warasuuluh. Allahummaj’alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin. “

    SHOLAWAT NARIYAH

    Lafadz Sholawat Nariyah
     
     اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كاَمِلَةً وَّسَلِمْ سَلاَماً تاَمّاً عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ نِالَّذِى تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَ تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَ تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الْرَّغَائِبُ وَ حُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَ عَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَّ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

    Allohuma sholli sholaatan kaamilatau wasalim salaaman taamman ‘ala sayyidinaa Muhammadin nilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tangfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaaiju wa tunaalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimi wa yustasqool ghomaamu biwajhihil kariimi wa ‘ala aalihi wa shohbihi fii kulli lamhatiu wa nafasim biadadi  kulli ma’luumil laka